Rabu, 11 November 2020

Pendidikan Di Pulau Terselatan Indonesia Masa Pandemic (Covid-19)



 PENDIDIKAN DI PULAU TERSELATAN INDONESIA MASA PANDEMIC (COVID-19)

DEWI RINAWATI, S. TH

dewirinawati23894@gmail.com

SD GMIT OESAMBOKA

ABSTRAK

Salah satu tujuan bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang dapat dicapai melalui bidang pendidikan. Pendidikan saat ini sedang mengalami dilema oleh karena pendemik yang melanda Indonesia sampai ke pelosok-pelosok seperti di pulau terselatan Indonesia yaitu Pulau Rote Ndao. Oleh karena itu, baik pemerintah maupun sekolah bahkan seluruh masyarakat berupaya untuk tetap melaksanakan pendidikan dengan berbagai cara, yang saat ini dilaksanakan pembelajaran dari rumah yang biasa disebut belajar dari rumah (BDR) baik secara daring maupun luring. Hal ini juga diterapkan di SD GMIT Oesamboka yaitu belajar dari rumah secara luring dalam bentuk zona.

Kata Kunci: Pendidikan, masa pendemik, luring, SD GMIT Oesamboka


PENDAHULUAN

Pendidikan adalah salah satu aspek yang hakiki yang tidak bisa diabaikan oleh setiap manusia dalam situasi maupun kondisi apapun juga. Seperti pendapat dari Ki Hadjar Dewantara, “Pendidikan adalah pembudayaan buah budi manusia yang beradab dan buah perjuangan manusia terhadap dua kekuatan yang selalu mengelilingi hidup manusia yaitu kodrat alam dan zaman atau masyarakat”. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989, menyebutkan bahwa: “Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi perannya di masa yang akan datang.”

Menurut Frederick J. Mc Donald menyatakan bahwa Pendidikan ialah suatu proses yang arah tujuannya adalah untuk merubah tabiat manusia atau peserta didik. Secara sederhana, perubahan tingkah laku yang terjadi disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tiga unsur meliputi unsur kognitif, afektif dan psikomotorik (Taksonomi Bloom).

Melihat pengertian pendidikan yang sudah dipaparkan beberapa ahli sangat penting membuat pemerintah bersama sekolah untuk tetap melakukan pembelajaran dari rumah dimasa pendemik.

 

PEMBAHASAN

Pada masa covid-19 saat ini menjadi dilema bukan hanya bagi pemerintah, namun juga bagi seluruh masyarakat, karena Covid-19 bukan hanya berimbas pada kesehatan, akan tetapi pada semua sektor kehidupan salah satunya sektor pendidikan. Walaupun demikian bukan berarti pendidikan boleh ditiadakan karena bangsa Indonesia memiliki salah satu tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea ke-4. Mencerdaskan kehidupan bangsa yang dapat diartikan sebagai memanusiakan manusia seutuhnya. Dengan demikian, pendemi 

Untuk tetap melaksanakan pendidikan ditengah-tengah pendemi, pemerintah mengambil keputusan melaksanakan sistem pembelajaran dari rumah atau yang disebut dengan Belajar Dari Rumah (BDR) baik secara daring maupun secara luring. 

Sekolah yang berada di Kabupaten Rote Ndao yang terletak di bagian paling selatan Indonesia ada yang melakukan BDR secara daring dan luring tetapi ada juga yang hanya melakukan secara luring. Hal ini terjadi karena faktor jaringan internet yang belum memadai. Salah satunya sekolah tempat kami mengajar yaitu SD GMIT Oesamboka yang melakukan pembelajaran secara luring, selain faktor jaringan intrernet juga faktor ekonomi dari peserta didik yang kurang mendukung yang mengakibatkan sebagian besar peserta didik tidak memiliki HP android yang bisa mengakses internet. 

Melakukan pembelajaran secara luring memiliki banyak tantangan, baik dari segi jangkauan wilayah, waktu, kurangnya kesadaran peserta didik dan keterbatasan transportasi. Dengan banyaknya tantangan yang dihadapi para guru bukan berarti menyurutkan semangat kami untuk mencerdaskan nara didik. Walaupun banyak keterbatasan atau tantangan yang kami hadapi baik peserta didik maupun para guru, namun kami tetap berjuang untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai guru yaitu mencerdaskan peserta didik. 

Salah satu cara yang kami terapkan adalah pembelajaran luring dalam bentuk zona. Dari segi wilayah dimana peserta didik tersebar di 5 titik atau yang kami sebut zona. Pada zona pertama di Desa Sanggaoen yaitu Ne’e, peseta didik yang tinggal di zona pertama tersebut mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, demikian juga di Desa Holoama terdiri dari 4 zona yaitu zona Nunuama, Tilonisi, Oesamboka, dan Mondo. Untuk guru kelas setiap hari mengunjungi satu zona. Kendala yang paling besar dirasakan guru PAK dan Penjas karena disetiap wilayah peserta didik mulai dari kelas 1-6. Dan kami memiliki 10 rombel yang mengakibatkan kami kesulitan untuk menjangkau seluruh zona. Namun hal itu bukan menjadi alasan bagi kami sebagai guru PAK dan juga guru Penjas untuk menyerah. Berbagai cara kami lakukan untuk dapat menjangkau seluruh peserta didik kelas 1-6 di lima zona tersebut. Jika guru kelas setiap hari satu zona, maka kami guru mapel (PAK dan Penjas menjangkau 2 sampai 3 zona setiap hari) hal itu kami lakukan terus demi mencerdaskan peserta didik.

Tantangan selanjutnya adalah keterbatasan waktu, dimana setiap zona hanya bisa dikunjungi oleh setiap guru sebanyak 2 kali kunjungan. Hal ini berdampak pada ketidak tercapaian kompetensi dasar. Untuk menjawab persoalan ini, kami membuat rangkuman materi untuk sekali pertemuan pada setiap zona menyampaikan 2 materi pelajaran. 

Sedangkan tantangan yang ketiga adalah kurangnya kesadaran peserta didik, dimana ketika perkunjungan guru, masih ditemukan kurangnya  kesadaran peserta didik baik dalam hal kehadiran maupun disiplin waktu. Untuk menjawab tantangan tersebut, maka kami para guru melibatkan orang tua untuk lebih aktif dalam memperhatikan jadwal BDR peserta didik dan memberi motivasi kepada anak, sehingga anak mengingat tanggung jawabnya sebagai peserta didik. Dengan melibatkan orang tua, tingkat kehadiran peserta didik menunjukkan perubahan. Para siswa semakin semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah.

Selain tantangan tersebut juga kami mengalami tantangan di bidang transportasi, peserta didik yang tidak memiliki alat transportasi harus dijemput oleh guru bersangkutan.


KESIMPULAN

Pendidkan merupakan aspek yang mendasar bagi setiap manusia. Oleh karena itu dalam situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan sekalipun seperti masa pendemik ini, pendidikan tetap mendapat perhatian yang besar. SD GMIT Oesamboka tetap melaksanakan pembelajaran secara luring yang dibagi dalam 5 zona.







Pustaka

https://asiswanto.net/?page_id=305#:~:text=Menurut%20Ki%20Hadjar%2C%20Pendidikan%20adalah,(Dewantara%20II%20%2C%201994).

https://endang965.wordpress.com/thesis/3-kepemimpinan-ks-sikap-guru/bab-1-pendahuluan/



Profil

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar